KISS (Keep It Simple Stupid)

Ini bagus , memang kadang-kadang kita disekolahin tinggi-tinggi malah bikin kita jadi mikir yang susah-susah, padahal penyelesaiannya bisa jadi sangat mudah, naif, dan terkadang agak tolol. Hehehehe…^^v

Efisiensi adalah suatu hal yang penting di dalam dunia manajemen. Sebagai seorang anggota tim yang baik, kita memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam membawa tim kita mencapai tujuan bersama, tetapi juga tanggung jawab dalam mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi. Tetapi seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini:

1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan segera, pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Ternyata, karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.

Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong.

Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.

2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar untuk mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius!

Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!


3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu
tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Salah satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani.

Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu
hal, “Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu”. Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan “menunggu” dan merasa “tidak menunggu lift”.


Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya.

Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

“Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa.
Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya.

Jangan Mengantongi Kepunyaan Orang Lain

Sebagai manusia, kita bisa menghadapi situasi sulit, namun kita sebaiknya memahami prinsip dasar sebagai manusia. Kita tidak bisa memperoleh uang dengan cara-cara tidak bermoral. Ini adalah sebuah kisah nyata pada zaman Tiongkok kuno mengenai kisah kejujuran.

Yanli Jizi, kakak dari Raja Wu, suatu hari pergi jalan-jalan dan menemukan sekeping emas terjatuh di jalan. Seorang tukang kayu yang berpakaian lusuh lewat dan Jizi berkata kepadanya, “Pak, ambil emas tersebut.”

Tukang kayu itu bertanya padanya, “Apakah itu milik Tuan?” Jizi menjawab, “Bukan.” Tukang kayu itu menaikkan alisnya dan berkata, “Tuan kelihatannya mulia, namun mengapa kelakuannya kurang pantas? Mengapa kita harus mengambil emas punya orang lain yang kehilangan?”

Jizi sangat malu saat mendengar perkataan tukang kayu miskin tersebut. Dia segera minta maaf dan menanyakan nama si tukang kayu. Tukang kayu itu menjawab, “Tuan kelihatannya punya jabatan tinggi, tidak ada gunanya saya memberitahu nama saya.” Lalu ia pergi.

Ketika Jizi masih terpekur disana selama beberapa waktu, dari kejauhan nampak seseorang, yang ternyata pemilik asli dari emas tersebut, meneliti jalan sejengkal demi sejengkal dan mencari-cari emas miliknya. Jizi segera menghampirinya dan menunjukkan temuannya. Pemilik emas itu berkali-kali mengucapkan terima kasih dan bersyukur bahwa ia tidak kehilangan harta yang telah dikumpulkannya dengan susah payah tersebut.

Kakak raja itu mengagumi moralitas si tukang kayu. Dia mampu menanggung kemiskinan dan penderitaan tanpa kehilangan kejujuran dan kekayaan hatinya. Ini adalah kebaikan yang harus dimiliki setiap manusia, sebagai mahluk yang mulia dibandingkan mahluk lain di dunia ini seperti hewan atau mahluk tingkat rendah. Kita sebaiknya tidak mengambil uang milik orang lain.


Bukalah Hatimu..

Dikisahkan, ada seorang anak muda yang merasa dirinya tidak bahagia. Setiap hari, dari jendela kamarnya dia melihat taman dan pemandangan alam yang sangat indah, orang berlalu lalang, anak-anak bermain dengan gembira. Tetapi fenomena itu tidak membuat hatinya bahagia. Justru dia tidak mengerti, mengapa orang-orang di luar sana bisa tertawa-tawa bersama atau setidaknya menunjukkan wajah yang gembira.

Karena melihat keadaan di sekitarnya, hatinya yang hambar, terusik pada pertanyaan, “Apa rahasia bahagia?”

Demi mendapatkan jawaban tersebut, si pemuda memutuskan keluar dari kamarnya dan mulai bertanya kepada siapa saja yang mungkin bisa memberi jawabannya.

“Maaf Pak, saya mau bertanya, dari mana bahagia itu?” tanyanya kepada seorang bapak yang tampak gembira melihat anak-anak yang sedang berlarian.

“Bahagia? Dari mana datangnya? Lihat saja anak-anak itu,” jawab si bapak santai. Si pemuda mencermatinya dan tidak mengerti mengapa melihat anak-anak itu adalah kebahagiaan.

Dia pun berjalan terus dan berusaha bertanya ke beberapa orang lainnya tetapi tetap saja tidak menemukan jawabannya, apa dan bagaimana bahagia itu. Hingga tibalah dia di depan rumah seorang petani yang sedang beristirahat sambil meniup seruling dengan nikmatnya.

Si pemuda menunggu sampai lagunya selesai dan mengajukan pertanyaan yang sama. “Ayo, masuklah kemari,” si petani mempersilakan si pemuda dengan ramah.

“Bapak sedang membuat seruling baru. Lihatlah! Begini caranya.” Tangannya pun sibuk memperagakan memilih bambu, mengusap dan membersihkan bulu-bulu halusnya dengan cermat. “Setelah bersih, kini saatnya meratakan dan kemudian melubanginya.”

“Bapak, saya kemari bukan belajar membuat suling dan apa hubungannya semua ini dengan kebahagiaan?” tanya si pemuda dengan kesal.

“Anak muda, jangan marah dulu. Perhatikan dulu apa yang hendak Bapak jelaskan. Bambu sekecil ini bisa mendatangkan nada yang indah, rahasianya ada di lubang-lubang kecil ini. Nah, sama dengan kebahagiaan yang kamu tanyakan. Buatlah lubang dan biarkan dia terbuka di dalam hatimu. Karena tanpa kamu pernah membuka hati, sama halnya kamu tidak pernah memberi kesempatan pada hatimu sendiri dan selamanya kamu tidak akan mengenal, apa itu bahagia. Mudah kan? Apakah kau mengerti?”

“Ya Pak, saya mengerti. Terima kasih.”

*Merasa senang dan bahagia adalah keadaan hati. Seringkali kita melihat ataupun mendengar banyak orang yang memiliki harta berlimpah tetapi hidup tidak bahagia. Ada pula orang yang hidupnya biasa-biasa saja, tetapi tampak sekali kebahagiaan melingkupinya.

Membuka hati berarti bisa menerima keadaan apapun kita hari ini, namun TETAP berikhtiar mengejar mimpi yang kita harapkan. Mampu menikmati hidup ini secara positif dan bernilai bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Dengan sikap mental hidup seperti itu, PASTI setiap saat kita bisa menikmati kebahagian secara alami.

So What Are You Waiting For? Set Those Goals NOW!

“If you want to be happy,set a goal that commands your thoughts, liberates your energy, and inspires your hopes.” >Andrew Carnegie

Wise words indeed by the richest man in America in the early 1900’s. I think he has earned his stripes and therefore we can accept what he says. If Carnegie took the time to set worthy goals then what makes us think we can skip this critical step in our quest for happiness, love, money, success, good health, etc.

To set a goal which you might just have half a chance of achieving, you must know what your purpose and your true needs and desires are. Then only can you convert dreams, wishes and ideas into SMART goals. SMART simply means specific, measurable, attainable, realistic and specific time for the achievement of the goal. If your goal is not SMART then it’s just airy fairy, pie in the sky, wishy washy day dreaming!

You should have at least one goal for every area of your life. If you only focus on finances, you might neglect your family. If you only focus on family, you might neglect taking care of your health and so on. Take the time to write out in detail at least one goal for every area of your life viz. family, finances, career, health, friends, recreation.

“If you are bored with your life, if you don’t get up every morning with a burning desire to do things – you don’t have enough goals.” >Lou Holtz

Write out your goal. Make sure it is focused on positive aspects and that it is written in the present, as if you already have it. An example of a SMART goal would be: I am absolutely grateful for my new BMW X3 2009 model black in colour motor vehicle with a panoramic sunroof that I receive by 31 January 2010.

The words I AM are regarded as two of the most powerful words we know! They are endorsing what you desire without any doubt. I follow the I AM with words showing gratitude. When you are grateful this shows a huge leap of faith and expectancy. Let’s face it, if you are not sure that you will achieve your goal, then you might just as well give it up because it is highly likely that you will not achieve that goal.

The words following the words of gratitude are a detailed description of what I want and of course when I expect to receive it. Failing to be specific about what you want and when you want it by will make it very difficult to determine whether you have achieved the goal you wanted to achieve or not.

Once you have written out your goal, read it at least 2 to 3 times a day with enthusiasm and feeling like you really really want it. Spend time first thing when you wake up in the morning and last thing at night to close your eyes and just picture your goal as if you have already receivied it.

Your dream, wish, idea; your goal will become real to you. If you can see it in your mind you will hold it in your hands says Bob Proctor.

“The secret of getting ahead is getting started. The secret of getting started is breaking your complex, overwhelming tasks into small manageable tasks, and then starting on the first one.” >Mark Twain

Action must necessarily follow the writing, verbalizing and visualization of your goals. Make a plan or list of all the things that must be done in order to achieve your goal. Just note what you know has to be done. Then start taking the first step and then going to the next step thereafter. Before you know it you will be well on your way to achieving your goal. Remember you don’t have to see the top of the staircase to take the first step. The Universe will move mountains and align people, places and things so that you get what you ask for when you make the effort in faith.

Also remember, that success leaves clues. Find someone who has already achieved what you want and do the same or similar things. We don’t have to re-invent the wheel ever time we want to use it!

The steps are simply:
* Decide what you want
* WRITE out your SMART goal (for each area of your life)
* Read your goals out loud at least 2 – 3 times per day (verbalize)
* Visualize the acheivement of the goal – see the end result and not the process of achieving the goal
* Plan and take the action steps necessary
* ACHIEVE THAT GOAL!

Leap into the new year with enthusiasm, gratitude and passion!! This is a new beginning for everyone. You too!!^^

What are you waiting for??
Set those goals NOW!!
Cause.. Yes!! You CAN!!!

Just Believe!!

If you cannot believe that you can be what you want or have what you want or achieve any goal you set for yourself, it is almost a done deal that you will not achieve the things you want. If you can’t believe it’s possible or that you are able then why should anyone else believe you can or that you are capable? The most common reason for failure is people’s lack of belief in themselves. If you don’t believe you can do it, say it, be it etc. then it is highly unlikely that you will indeed do it, say it and be it!

Napoleon Hill once said “Whatever the mind can conceive and believe, it can achieve.”

You put a spoke in the wheel if you do not believe that what you want is possible. Your world is indeed your oyster and you can have the desires of your heart. But the moment you start thinking that you cannot achieve that, or you are not worthy to receive it or that you should not be setting your sights on better, higher things then you pour water on the flames of your desires! You will simply get what you are expecting for yourself. So what are you expecting?

Believing in yourself is a personal thing. It is a choice that only you can make. You can choose to believe you are capable of achieving all that you desire, that you can do it or you can choose to look down on yourself and believe that you are nothing and that you will never amount to anything! I am certainly not going to argue with you!

Believing in yourself is an attitude; the way you see the world will determine how you see yourself and whether you believe in yourself or not. So many people don’t achieve because they don’t believe that they have what it takes. It can all change. The moment you decide that you are no longer going to short change yourself, that you are going to believe in yourself and grow from there your life will change!

Creating an attitude of belief in yourself takes times if you have spent many years walking all over yourself! It also helps if you are surrounded by people who are supportive. However, most of us have come from broken-homes, broken relationships etc. and those experiences impact heavily on us for as long as we allow them to.

Every moment is a moment of creation. Use this moment to decide that you will believe that you are worthy; that you have what it takes to achieve your goals and the life you desire. This is your turning point. It will not be long before you have proof before your eyes of what an Attitude of Belief in Yourself can manifest for you.

Stop this minute saying “I can’t”, “I don’t know”, “maybe”. Just let it go! Believe that you can make things happen in your life by having a “Can Do” attitude. It is easy to take the action steps to achieve something if you think it is possible to achieve that thing. If you think it is impossible then it will become impossible for you to take the steps required to achieve the thing. It is a self-fulfilling prophecy.

As you sow, so shall you reap. You sow negativity about your yourself and you will reap negativity. You sow positive thoughts, words and actions into your life and you shall reap likewise.

Richard Bach, award winning author once said “Sooner or later, those who win are those who think they can!”
Richard Bach was right whether you believe it or not.

What’s Next??

If you’re going to be successful, you’re going to need to learn how to deal with rejection. To do this, you need to realize that rejection is a myth – it’s not real!

If you ask someone for something and they say “No” – well, what have you lost? Nothing! You didn’t have that object/information/date etc before you asked for it, nor do you have it when the person said no, so in reality, you haven’t lost a thing.

The truth is, you never have anything to lose by asking, and because there is always something to gain, you should ask 🙂

“Whenever you ask anyone for anything, remember the following: SWSWSWSW, which stands for “some will, some won’t; so what – someone’s waiting” > Jack Canfield

Some people will say yes to you, and others will say no. You have to keep asking until you get to a yes.The yes is out there waiting for you.
Get used to the idea that there will be many no’s along the way to your success, but the secret is not to give up! When someone says no, you say “Next!”

Bohong?!

Orang tua mana yang pernah mengajari anaknya untuk berbohong dan sekolah mana yang pernah mengajari muridnya untuk berbohong. Namun walaupun tidak pernah ada mata pelajaran berbohong, kita tetap saja ahli dan cekatan dalam berbohong (apalagi dalam keadaan terdesak). Sebagian besar orang berbohong untuk kepentingan dan keuntungan diri mereka sendiri. Mereka yang sering berbohong mengatakan,

“Kalau bohong besar memang tidak boleh, tapi kalau bohong kecil itu sah – sah saja…”

Di luar dari apakah anda setuju atau tidak dengan pernyataan tersebut, tahukah Anda apa yang menjadi kebohongan terbesar yang sering dilakukan manusia?

Salah satu kebohongan terbesar yang sering dilakukan oleh manusia adalah ketika mereka berkata kepada diri sendiri,

“Aku tidak sanggup melakukannya, aku terlalu muda, aku tidak mempunyai modal, pendidikanku tidak tinggi, aku tidak mempunyai pengalaman, orang tuaku tidak mendukung, dan sebagainya.”

Itulah kebohongan terbesar. Mereka yang gagal adalah mereka yang sering berbohong kepada diri mereka sendiri.

Setiap manusia memiliki potensi yang tidak terbatas ketika mereka jujur terhadap diri mereka sendiri.

Bill Gates memulai bisnisnya di garasi rumah

Bob Sadino tidak memiliki pendidikan yang tinggi

Valentino Rossi tidak mendapatkan dukungan dari orang tuanya

Berapapun usia Anda, apapun pendidikan Anda, dan berapapun modal yang Anda miliki, semua itu bukanlah penghalang terbesar Anda dalam meraih kesuksesan. Penghalang terbesar adalah diri Anda sendiri.

Jika Anda berpikir Anda diciptakan untuk menjadi pecundang, Anda lagi – lagi telah berbohong. Anda diciptakan untuk menjadi pemenang bukan pecundang, Anda diciptakan untuk melakukan pekerjaan yang besar bukan pekerjaan kecil, Anda belum mengeluarkan semua potensi yang Anda miliki. Berhentilah berbohong, Saya tahu dan percaya Anda dapat melakukannya. Jika tidak ada seorangpun yang mempercayai Anda, ketahuilah bahwa mereka juga sedang berbohong. Percayalah dengan diri Anda, percaya bahwa Anda dapat melakukannya, itulah kejujuran sejati.

A-B-C-D-E-F-G : Awesome!! Be Champion!! Do Everything for God!!!

Ketakutan Yang Terbalik

Penghalang terbesar manusia untuk meraih sukses dan keberhasilan adalah rasa takut. Takut akan kegagalan, takut akan penolakan, takut akan kerugian, dan takut akan ketidak pastisan. Bohong besar jika di dunia ini ada seorang manusia yang dilahirkan tanpa rasa takut. Saya percaya setiap orang memliki rasa takut, hanya saja memiliki tingkat intensitas yang berbeda.

Rasa takut adalah pemberian berharga dari Tuhan. Tanpa rasa takut kita tidak akan pernah tahu apa itu keberanian, tanpa rasa sedih kita tidak akan pernah tahu apa itu kebahagiaan. Sebagian besar orang menjadikan rasa takut sebagai kelemahan mereka, sebaliknya orang sukses selalu menjadikan rasa takut sebagai kekuatan mereka. Beberapa orang sering bertanya hal ini kepada Saya,

“Bagaimana mungkin menjadikan rasa takut sebagai kekuatan?!”

“Jauh lebih mudah membalikan rasa takut kita menjadi kekuatan, dibanding menghilangkan rasa takut itu sendiri.”

Apakah Anda pernah melihat seorang yang tidak bisa berlari, tiba – tiba berlari seperti layaknya pelari kelas dunia setelah dikejar oleh anjing? Apa yang membuat orang itu bisa berlari dengan kencang? Jawabannya adalah “Rasa Takut”.terhadap anjing. Terkadang potensi dan kekuatan yang terpendam dalam diri kita akan keluar ketika kita mengalami rasa takut. Jangan jadikan rasa takut Anda sebagai kelemahan, tetapi jadikan rasa takut Anda sebagai kekuatan.

Seorang Sales yang sukses juga memiliki rasa takut, tapi ketakutan yang terbalik. Ia bukan takut ditolak oleh calon pelanggannya, tetapi ia takut jika ia tidak berjuang menjadi seorang sales yang sukses maka ia tidak bisa membahagiakan keluarganya. Seorang pengusaha yang sukses juga memiliki rasa takut, tetapi ketakutan yang terbalik. Ia bukan takut rugi dalam berinvestasi, tetapi ia takut jika ia tidak berinvestasi ia akan kehilangan kesempatan emas. Rasa takut bisa menjadi batu sandungan bagi setiap orang, namun rasa takut juga bisa menjadi batu lompatan untuk meraih kesuksesan

Ketakutan sesungguhnya adalah hasil dari imajinasi yang kita ciptakan sendiri. Apa yang kita takuti tidaklah semenakutkan apa yang sebenarnya.

Do What You Fear, Watch it Disappear!

Lakukan apa yang Anda takuti, maka Anda akan melihat ketakutan tersebut lenyap begitu saja.

~Original Article by Bong Chandra~

Menjadi “Tuli” — ABAIKAN!!!

Manusia dibentuk dari lingkungan sekitarnya, orang tua, sekolah, dan teman – teman terdekat. Masa depan kita lima tahun ke depan tergantung dari buku apa yang kita baca dan dengan siapa kita bergaul. Namun jika kita mau melihat kenyataan di sekitar kita, justru lingkungan sekitar kitalah yang seringkali tidak mendukung atau bahkan meremehkan impian dan cita – cita kita.
Saya jadi teringat masa – masa ketika kita masih berusia 3 – 5 tahun. Pada usia itu orang – orang terdekat disekitar kita selalu mengajarkan kita untuk bermimpilah setinggi langit. Begitu bersemangatnya karena kata – kata dukungan tersebut, dengan polos dan lantang kita mengatakan,


“Aku mau jadi Pilot!”


“Aku mau jadi dokter!”

Namun, hal seperti ini sudah tidak pernah terdengar lagi ketika kita sudah memasuki usia dewasa. Ironisnya, ketika kita menyatakan impian kita, maka jangan kaget jika orang-orang di sekitar kita, sahabat terdekat kita, atau bahkan keluarga kita sendiri akan berkata

“Jangan mimpi yang tinggi – tinggi, nanti kalau jatuh sakit… Kamu boleh bermimpi, tapi harus realistis!”

Pembaca yang budiman, jangan bersedih! Saya mengerti jika Anda pernah mengalami kejadian seperti itu, karena saya pun pernah mengalami apa yang Anda rasakan saat ini. Sebagai pembelajaran sesuatu dalam kehidupan yang keras ini, terkadang kita harus belajar untuk mendengar. Namun, dalam melalui setiap proses menuju impian saya, saya lebih memilih untuk menjadi ‘Tuli’. Saya memilih untuk tidak mendengarkan perkataan mereka, memakai kacamata kuda dan terus maju sampai mencapai garis Finish! Namun, sangat disayangkan saya melihat lebih banyak orang yang justru break down ketika orang-orang di sekitar mereka tidak lagi mendukung mereka. Dan lebih parahnya lagi, mereka mengecilkan impian dan cita – cita mereka sendiri

Michael Jordan pernah ditolak masuk team oleh pelatih basket SMU. Namun, pada akhirnya Michael Jordan telah terpilih sebagai pemain basket terbaik di dunia. Beliau justru berterima kasih kepada orang – orang yang pernah meragukan dan meremehkan impiannya, termasuk pelatih SMU yang dulu pernah menolaknya. Michael Jordan mengatakan bahwa mereka yang meremehkan Dia, sebenarnya telah melemparkan kayu ke dalam api. Semakin diremehkan, Michael Jordan semakin terpacu untuk membuktikan dirinya adalah pemain basket kelas dunia yang tidak terbantahkan

Kita perlu belajar dari seorang Michael Jordan. Ketika orang lain meremehkan impian Anda, maka tutuplah rapat-rapat kedua telinga Anda, jadilah ‘tuli’, dan lakukan yang terbaik demi meraih semua impian dan cita – cita Anda. Mereka boleh saja menertawakan Anda, akan tetapi tertawa di belakang jauh lebih nikmat=)

3 Typical Manusia

Ada 3 typical manusia :
1. Orang yang selalu HERAN dengan apa yang terjadi…
2. Orang yang hanya MENONTON sesuatu terjadi…
3. Orang yang MEMBUAT sesuatu terjadi…

Termasuk type apakah Anda saat ini?? Mudah-mudahan kita adalah termasuk kategori orang-orang yang MEMBUAT sesuatu terjadi dan hal itu bisa bermanfaat bagi orang lain. Dengan demikian, hidup kita akan menjadi hidup yang memiliki NILAI TAMBAH!!

« Older entries